Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘belajar plc’

Open Source Security Tools: Practical Guide to Security Applications by Tony Howlett

Prentice Hall PTR | English | August 8, 2004 | ISBN-10: 0321194438 | 600 Pages,Illustrated | PDF | 12,7 Mb
Description :
This book sorts through the overwhelming mass of open source security tools, chooses a few of the best, and shows network and system administrators how to use them to solve common security problem. Open Source Security Tools is a practicum. It tells readers what they need to do to secure their networks, introduces best-in-class tools, and shows readers how to use them. For each security task described, Howlett reviews the best open source tools, shows readers how to use them, and takes them through a sample implementation and case studies. At the end of each chapter, Howlett will offer pointers to other good open source tools that are worth investigating. The companion CD includes fully dowloadable versions of the tools, so readers can work along with the text. Newcomers to security will leave with enough knowledge and experience to deploy solutions and further their IT careers. Readers will learn to: * Secure their perimeter with open source scanners like Nessus.* Receive early warning about attempted breakins from IDS systems like Snort.* Install a firewall to keep hackers at bay (Turtle).* Use encyrption to secure email and other sensitive data (PGP)* If the worst happens, run forensics tools to investigate a breakin after the fact, like Autopsy or SleuthKit.This book is part of the Bruce Perens Open Source Series.
Excerpts from the book description :
Few frontline system administrators can afford to spend all day worrying about security. But in this age of widespread virus infections, worms, and digital attacks, no one can afford to neglect network defenses.
Written with the harried IT manager in mind, Open Source Security Tools is a practical, hands-on introduction to open source security tools. Author Tony Howlett has reviewed assortment of these free and low-cost solutions to provide reader with the “best of breed” for all major areas of information security.
Inside, reader will find everything from how to harden Linux and Windows systems to how to investigate breaches with Sleuth Kit, Autopsy Forensic Browser, and Forensic Tool Kit. For each security task described, the author reviews the best open source tools and how to use them and also provides a case study and sample implementation. Covered tasks include:
* Installing an open source firewall using Ipchains, Iptables, Turtle firewall, or Smoothwall
* Scanning ports and testing for vulnerabilities using Nmap, Nlog, Nmap for Windows, Nessus,and NessusWX
* Using sniffers and network-intrusion systems, including Tcpdump, Ethereal, Windump, Snort™, and Snort™ for Windows
* Tracking and analyzing collected data with Swatch, ACID, and NCC
* Encrypting communications with PGP, GnuPG, SSH, and Free S/WAN
Download links :

Download | Mirror1 | Mirror2

Read Full Post »

This site content move to www.belajarplc.co.nr. Silahkan Dicek.. dijamin situsnya keren.

Read Full Post »

Pada kenyataannya PLC merupakan suatu mikrokontroller yang digunakan untuk keperluan industri. PLC dapat dikatakan sebagai suatu perangkat keras dan lunak yang dibuat untuk diaplikasikan dalam dunia industri.
Secara umum PLC memiliki bagian-bagian yang sama dengan komputer maupun mikrokontroler, yaitu CPU, Memori dan I/O. Susunan komponen PLC dapat dilihat pada gambar berikut :

Adapun Penjelasan dari komponen-komponen pada PLC adalah Sebagai Berikut :

  1. Central Processing Unit (CPU)
  2. CPU merupakan bagian utama dan merupakan otak dari PLC.
    CPU ini berfungsi untuk melakukan komunikasi denngan PC atau Consule, interkoneksi pada setiap bagian PLC, mengeksekusi program-program, serta mengatur input dan ouput sistem

  3. Memori
  4. Memori merupakan tempat penyimpan data sementara dan tempat menyimpan program yang harus dijalankan, dimana program tersebut merupakan hasil terjemahan dari ladder diagram yang dibuat oleh user. Sistem memori pada PLC juga mengarah pada teknologi flash memory. Dengan menggunakan flash memory maka akan sangat mudah bagi pengguna untuk melakukan programming maupun reprogramming secara berulang-ulang. Selain itu pada flash memory juga terdapat EPROM yang dapat dihapus berulang-ulang.
    Sistem memori dibagi dalam blok-blok dimana masing-masing blok memiliki fungsi sendiri-sendiri. Beberapa bagian dari memori digunakan untuk menyimpan status dari input dan output, sementara bagian memori yang lain digunakan untuk menyimpan variable yang digunakan pada program seperti nilai timer dan counter.
    PLC memiliki suatu rutin kompleks yang digunakan untuk memstikan memori PLC tidak rusak. Hal ini dapat dilihat lewat lampu indikator pada PLC.

  5. Catu Daya PLC
  6. Catu daya (power supply) digunakan untuk memberikan tegangan pada PLC. Tegangan masukan pada PLC biasanya sekitar 24 VDC atau 220 VAC. Pada PLC yang besar, catu daya biasanya diletakkan terpisah.
    Catu daya tidak digunakan untuk memberikan daya secara langsung ke input maupun output, yang berarti input dan output murni merupakan saklar. Jadi pengguna harus menyediakan sendiri catu daya untuk input dan output pada PLC. Dengan cara ini maka PLC itu tidak akan mudah rusak.

  7. Rangkaian Input PLC
  8. Kemampuan suatu sistem otomatis tergantung pada kemampuan PLC dalam membaca sinyal dari berbagai piranti input, contoh senseor. Untuk mendeteksi suatu proses dibutuhkan sensor yang tepat untuk tiap-tiap kondisi. Sinyal input dapat berupa logika 0 dan 1 (ON dan OFF) ataupun analog.
    Pada Jalur Input terdapat rangkaian antarmuka yang terhubung dengan CPU. Rangkaian ini digunakan untuk menjaga agar sinyal-sinyal yang tidak diinginkan tidak langsung masuk ke dalam CPU. Selain itu juga rangkaian ini berfungsi sebagai tegangan dari sinyal-sinyal input yang memiliki tegangan kerja yang tidak sama dengan CPU agar menjadi sama. Contoh Jika CPU menerima input dari sensor yang memiliki tegangan kerja sebesar 24VDC maka tegangan tersebut harus dikonversi terlebih dahulu mendai 5VDC agar sesuai dengan tegangan kerja CPU.

  9. Rangkaian output PLC
    Suatu sistem otomatis tidak akan lengkap jika sistem tersebut tidak memiliki jalu output. Output sistem ini dapat berupa analog maupun digital. output analog digunakan untuk menghasilkan sinyal analog sedangkan output digital digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan jalur, misalnya piranti output yang sering dipakai dalam PLC adalah motor, relai, selenoid, lampu, dan speaker.Seperti pada rangkaian input PLC, pada bagian output PLC juga dibutuhkan suatu antarmuka yang digunakan untuk melindungi CPU dari peralatan eksternal. Antarmuka output PLC sama dengan antarmuka input PLC.
  10. Penambahan I/O PLC
    Setiap PLC pasti memiliki jumlah I/O yang terbatas, yang ditentukan berdasarkan tipe PLC. Namun dalam Aplikasi seringkali I/O yang ada pada PLC tidak mencukupi. Oleh sebab itu diperlukan perangkat tambahan untukmenambah jumlaj I/O yang tersedia. Penambahan jumlah I/O ini dinamakan dengan expansin Unit.

Penjelasan lebih detail mengenai PLC silahkan KLIK DISINI!

Read Full Post »

Kini persaingan Industri semakin meningkat, efesiensi produksi umumnya dianggap sebagai kunci untuk sukses. Efesiensi produksi peliputi area yang luas seperti :

1. Kecepatan dimanan peralatan produksi dan line produksi dapat di set untuk membuat suatu produk.
2. Menurunkan biaya material dan upah kerja dari suatu produksi.
3. Meningkatkan kualitas dan menurunkan reject.
4. Meminimalkan downtime dari mesin produksi.
Biaya perawatan produksi murah.

Programable Controller memenuhi kebanyakan dari persyaratan diatas dan merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan efesiensi produksi dalam industri.

3679519322.jpgSecara traditional, otomatisasi hanya diterapkan untuk suatu tipe produksi dengan volume yang tinggi. Tetapi kebutuhan ini menuntut otomatisasi dari bermacam-macam produk dalam jumlah sedang, sebagaimana untuk mencapai produktivitas keseluruhan yang lebih tinggi dan memerlukan investasi minimum dalam pabrik dan peralatan.

Sistem Manufaktur Luwes (Fleksible Manufacturing System = FMS) menjawab kebutuhan ini. Sistem ini mencakup peralatan otomatik seperti mesin NC, robot industri, transport otomatik dan produksi yang terkontrol komputer Programable Controller akan banyak dijumpai dalam perlatan industri semacam ini.
Kegunaan PLC
Apa yang dapat dikerjakan oleh PLC (Programable Logic Controller)

1. Kontrol Urutan.
1. Pengganti relay kontrol logik konvensional.
2. Pengganti Timer dan Counter.
3. Pengganti Pengontrol Card P. C. B card.
4. Pengganti Mesin kontrol Auto/ Semi Auto / Manual dan Proses-proses.
2. Kontrol Yang Canggih.
1. Penanganan Operasi Aritmatika ( + , – , x , / ).
2. Penanganan Informasi.<;;/li>
3. Penanganan Kontrol Analog (Suhu, Tekanan, dll).
4. Penanganan PID (Proporsional-Integral-Diferensial).<;/li>
5. Kontrol motor servo.
6. Kontrol motor stepper.
3. Kontrol Pengawasan.
1. ; Proses monitor dan alarm.
2. Monitor dan diagnosa kesalahan.
3. Antarmuka dengan komputer (RS-232C/RS 422).
4. Antarmuka Printer/ASCII.
5. <;li>Jaringan kerja otomatis pabrik. Local area network.
6. Wide area network.
7. ; ;F.A, F.M.S, C.I.M, dll

Keuntungan PLC Pada Otomatisasi
Keuntungan dari penggunaan PLC (Programable Logic Controller) dalam otomatisasi.

1. Waktu implementasi proyek dipersingkat.
2. Modifikasi lebih mudah tanpa biaya tambahan.
3. Biaya Proyek dapat dikalkulasi dengan akurat.
4. Training penguasaan lebih cepat.
5. Perancangan dengan mudah diubah dengan software, perubahan dan penambahan dapat dilakukan dengan software.
6. Aplikasi kontrol yang luas.
7. Maintenance yang mudah. Indkator Input dan Output dengan cepat dan mudah dapat diketahui pada sebuah system. Konfigurasi output dengan tipe relay plug in.
8. Keandalan tinggi.
9. Perangkat kontroller standart.
10. Dapat menerima kondisi lingkungan industri yang berat.

Hal Penting dalam menggunakan PLC (Programable Logic Controller)

1. Input
1. Jumlah Input.
2. Tipe Input.
2. Output.
1. Jumlah Output.
2. Tipe Output.
3. Memori.
1. RAM (Random Access Memory).
Informasi dalam memori ini dapat dibaca dan ditulis.
2. EPROM (Eraseble Programable Read Only Memory).
EPROM adalah PROM khusus yang dapat diprogram dengan Eprom Writer.
3. EEPROM (Electrical Eraseble Programable Read Only Memory).
Memungkinkan penyimpanan yang permanen sekaligus dapat diubah dengan mudah.
4. Peripheral.
1. handheld programing console.
2. LSS (Ladder Support Software) / SSS ( SYSMAC Support Software).
3. PROM Writer

Waktu Scan
Proses pembacaan dari input, mengeksekusi program dan memperbaharui output disebut scaning. Waktu scan umumya konstant dan proses sekuensial dari pembacaa status input, mengevaluasi logika kontrol dan memperbaharui ouput. Spesifikasi waktu scan menunjukkan seberapa cepat kontroler dapat bereaksi terhadap input.
Faktor Waktu Scan
Faktor Yang Mempengaharui Waktu Scan
Waktu yang diperlukan untuk membuat suatu scan bervariasi antara 1 milidetik sampai 30 milidetik. Waktu scan tergantung dari panjang program. Penggunaan subsistem remote I/O juga menaikkan waktu scan karena harus mentransfer I/O update ke subsistem remote. Monitoring dari kontrol program juga menambah waktu overhead dari scan karena harus mengirim status dari coil dan contact ke peralatan pheriperal.

Read Full Post »

Pendahuluan
Pada industri, untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas dari produk-produk yang dihasilkan maka diperlukan pengaturan proses kerja mesin-mesin industri yang meliputi pengontrolan mesin-mesin industru dan pengawasan atas kerja mesin-mesin industri tersebut (monitoring). Pada umumnya proses pengontrolan suatu sistem dibangun oleh sekelompok alat elektronik, yang dimaksudkan untuk meningkatkan stabilitas, akurasi, dan mencegah terjadinya transisi pada proses produksi.
Industri otomatis pada beberapa tahun yang lalu hanya menggunakan papan elektronik sebagai sistem kontrol. Penggunaan papan elektronik ini membutuhkan banyak sekali interkoneksi di antara relay untuk membuat supaya sisem bekerja. Dengan kata lain, untuk menghubungkan relai-relai tersebut dibutuhkan kabel yang sangat banyak. Jadi seorang ahli mesin harus membuat suatu rangkaian logika yang kemudian di implementasikan dalam bentuk relai. Relai yang dibutuhkan dalam perancangan tersebut berjumlah ratusan dan skema yang dibuat dinamakan Ladder Schematic.
Ladder Schematic menampilkan switch, sensor, motor, dan relai. Semua piranti elektrinik tersebut dihubungkan menjadi satu. Salah satu masalah yang mungkin timbul adalah jikan salah satu relai rusak maka secara otomatis proses produksi akan berhenti dan hanya akan dapat dijalankan lagi jika relai tersebut telah selesai diperbaiki. Hal ini akan menyebabkan terjadinya ketidak efisien waktu produksi.
Terkait dengan masalah ini maka muncullah sebuah piranti elektronik yang dapat dapat mengatasi semua masalah tersebut, yaitu yang dinamakan dengan PLC (Programable Logic Controller). Hanya dengan mengeksekusi program yang tersimpan dalam memori, PLC dapat memonitor status dari suatu sistem berdasarkan sinyal input yang masuk pada PLC. Dalam pengontrolan suatu proses yang sangat kompleks dimungkinkan untuk menggunakan lebih dari 1 PLC. Saat ini, dengan semaikn berkembangnya teknologi, semakin banyak muncul PLC dengan merek yang berbeda-beda, seperti Omron, Siemens, LG, Mitsubishi, National, Festo, Sigma, dan lain sebagainya. Karena adanya berbagai keuntungan pada PLC inilah maka semakin banyak industri yang saat ini menggunakan PLC sebagai pusat dari seluruh proses produksi mereka.

Sejarah PLC

PLC pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an. PLC dibuat untuk mengurangi beban ongkos perawatan dan penggantian sistem kontrol mesin yang menggunakan relai. Bedford Associates mengusulkan MODICON (Modilar Digital Controller) untuk perusahaan yang ada di Amerika. MODICON 084 merupakan PLC pertama yang digunakan pada produksi yang bersifat komersil.

Semakin banyaknya kebutuhan dalam proses produksi menyebabkan sistem harus diubah-ubah. Apabila sistem yang digunakan merupakan relai mekanik, tentu saja hal itu akan menjadi masalah yang besar. Selain masa penggunaanya terbatas, sistem juga membutuhkan perawatan yang cermat. Jika terjadi kerusakan maka akan sangat sulit untuk menemukannya. Oleh sebab itulah dibutuhkan pengontrolan yang memudahkan baik dalam perawatan maupun penggunaanya.

 

Pada tahun 70-an, teknologi PLC yang dominan adalah mesin sequencer dan CPU yang berbasis bit-slice. Prosesor AMD 2901 dan 2903 cukup populer digunakan dalam MODICON dan PLC A-B. kemampuan komunikasi pada PLC muncul pada awal tahun 1973. Sistem yang pertama adalah Modbus dari MODICON.

Pada tahun 1980-an dilakukan usaha untuk menyetandarisasi komunikasi dengan protokol milik General Motor (MAP). Pada tahun 1990-an dilakukan reduksi protokol baru dan mederenisasi lapisan fisik dari protokol-protokol yang populer pada tahun 1980-an. Standart terakhir yaitu IEC 1131-3, berusaha menggabungkan bahasa pemograman PLC dibawah satu standart.

Read Full Post »

Kini persaingan Industri semakin meningkat, efesiensi produksi umumnya dianggap sebagai kunci untuk sukses. Efesiensi produksi peliputi area yang luas seperti :

  1. Kecepatan dimanan peralatan produksi dan line produksi dapat di set untuk membuat suatu produk.
  2. Menurunkan biaya material dan upah kerja dari suatu produksi.
  3. Meningkatkan kualitas dan menurunkan reject.
  4. Meminimalkan downtime dari mesin produksi.
  5. Biaya perawatan produksi murah.

Programable Controller memenuhi kebanyakan dari persyaratan diatas dan merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan efesiensi produksi dalam industri.

Secara traditional, otomatisasi hanya diterapkan untuk suatu tipe produksi dengan volume yang tinggi. Tetapi kebutuhan ini menuntut otomatisasi dari bermacam-macam produk dalam jumlah sedang, sebagaimana untuk mencapai produktivitas keseluruhan yang lebih tinggi dan memerlukan investasi minimum dalam pabrik dan peralatan.

Sistem Manufaktur Luwes (Fleksible Manufacturing System = FMS) menjawab kebutuhan ini. Sistem ini mencakup peralatan otomatik seperti mesin NC, robot industri, transport otomatik dan produksi yang terkontrol komputer Programable Controller akan banyak dijumpai dalam perlatan industri semacam ini.

Apa yang dapat dikerjakan oleh PLC (Programable Logic Controller)
  1. Kontrol Urutan.
    1. Pengganti relay kontrol logik konvensional.
    2. Pengganti Timer dan Counter.
    3. Pengganti Pengontrol Card P. C. B card.
    4. Pengganti Mesin kontrol Auto/ Semi Auto / Manual dan Proses-proses.
  2. Kontrol Yang Canggih.
    1. Penanganan Operasi Aritmatika ( + , – , x , / ).
    2. Penanganan Informasi.<;;/li>
    3. Penanganan Kontrol Analog (Suhu, Tekanan, dll).
    4. Penanganan PID (Proporsional-Integral-Diferensial).<;/li>
    5. Kontrol motor servo.
    6. Kontrol motor stepper.
  3. Kontrol Pengawasan.
      ;

    1. Proses monitor dan alarm.
    2. Monitor dan diagnosa kesalahan.
    3. Antarmuka dengan komputer (RS-232C/RS 422).
    4. Antarmuka Printer/ASCII.
    5. <;li>Jaringan kerja otomatis pabrik.

    6. Local area network.
    7. Wide area network.
Keuntungan dari penggunaan PLC (Programable Logic Controller) dalam otomatisasi.
  1. Waktu implementasi proyek dipersingkat.
  2. Modifikasi lebih mudah tanpa biaya tambahan.
  3. Biaya Proyek dapat dikalkulasi dengan akurat.
  4. Training penguasaan lebih cepat.
  5. Perancangan dengan mudah diubah dengan software, perubahan dan penambahan dapat dilakukan dengan software.
  6. Aplikasi kontrol yang luas.
  7. Maintenance yang mudah. Indkator Input dan Output dengan cepat dan mudah dapat diketahui pada sebuah system. Konfigurasi output dengan tipe relay plug in.
  8. Keandalan tinggi.
  9. Perangkat kontroller standart.
  10. Dapat menerima kondisi lingkungan industri yang berat.
Hal Penting dalam menggunakan PLC (Programable Logic Controller)
  1. Input
    1. Jumlah Input.
    2. Tipe Input.
  2. Output.
    1. Jumlah Output.
    2. Tipe Output.
  3. Memori.
    1. RAM (Random Access Memory).
      Informasi dalam memori ini dapat dibaca dan ditulis.
    2. EPROM (Eraseble Programable Read Only Memory).
      EPROM adalah PROM khusus yang dapat diprogram dengan Eprom Writer.
    3. EEPROM (Electrical Eraseble Programable Read Only Memory).
      Memungkinkan penyimpanan yang permanen sekaligus dapat diubah dengan mudah.
  4. Peripheral.
    1. handheld programing console.
    2. LSS (Ladder Support Software) / SSS ( SYSMAC Support Software).
    3. PROM Writer
Waktu Scan
Proses pembacaan dari input, mengeksekusi program dan memperbaharui output disebut scaning. Waktu scan umumya konstant dan proses sekuensial dari pembacaa status input, mengevaluasi logika kontrol dan memperbaharui ouput. Spesifikasi waktu scan menunjukkan seberapa cepat kontroler dapat bereaksi terhadap input.

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 53 other followers